PELAJAR BERKARYA

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2011 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ▼  Agustus (9)
      • Kisah tak sempurna
      • Hadiah Lebaran Untuk Mia (Selamat Tinggal Bapakku)
      • Mana Pacarku?
      • Bisu Tanpa Suara, Hati Selalu Bersama Untukmu Adi...
      • Ingin Ku Berjilbab
      • Untukmu Pelajar
      • Menurut Anda???
      • Sahabatku Jadi Musuh Dalam Selimut
      • Penantian Akhir Sampai Ku Mati (Nessiza Syandara)

About Me

Foto Saya
Tulisan-tulisanku
Lihat profil lengkapku

Labels

  • CERPENKU (3)
  • k (1)

Blog Archive

  • ▼  2011 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ▼  Agustus (9)
      • Kisah tak sempurna
      • Hadiah Lebaran Untuk Mia (Selamat Tinggal Bapakku)
      • Mana Pacarku?
      • Bisu Tanpa Suara, Hati Selalu Bersama Untukmu Adi...
      • Ingin Ku Berjilbab
      • Untukmu Pelajar
      • Menurut Anda???
      • Sahabatku Jadi Musuh Dalam Selimut
      • Penantian Akhir Sampai Ku Mati (Nessiza Syandara)

List Widget

Tag Cloud

  • CERPENKU (3)
  • k (1)

Cari Blog Ini

" "

Dalam diam ada kerenungan, dalam kasih ada cinta.
Dalam hidup ada keluh, dalam duka ada kesah.
Dalam hati ada rasa.
Dan dalam pikiran ada kejernihan.

Terima Kasih

Terima Kasih
Powered By Blogger

Entri Populer

  • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya Oleh Anggun Zarela Titik-titik embun pagi masih bertebaran diangkasa. Rasa dingin suhu pagi itupu...

Followers

Jika kamu terus memfokuskan dirimu pada apa yang tertinggal di masa lalu, kamu tak akan pernah bisa apa yang ada di depanmu...

Kamis, 25 Agustus 2011
In: CERPENKU

Ingin Ku Berjilbab


 Subuh yang dingin dan sejuk bagi Lara. Aku segera mengambil wudhu,dan menjalankan shalat subuh. Setelah itu, ku bersiap belajar persiapan ulangan di sekolah nanti. Aku bernama Lara,saat ini aku berusia 17 tahun. Dan swaat ini, aku dudduk di kelas XII IPA 1, di sebuah SMA Negri di Palembang.
Pagi itu,aku berangkat ke sekolah.Dengan senyumku yang khas aku menuju ke sekolah. Lalu, masukalah aku ke dalam kelas. Setianya, Selvi teman sebangku ku yang sangat baik,alim dan muslimah. “Assalamualaikum” sapaku dengan senyum ke Selvi. “ Walaikummusallam” jawab Selvi. Memang Selvi adalah seorang gadis yang sangat soleha, dan alim, ketimbang diriku. Dia cantik dan berjilbab. Serta aku pun, menghargainya sebagai teman yang solid.
Seiring waktu berjalan, sore pun kami tetap bersemangat belajar. Dan akhirnya bel pun berbunyi.. Tetapi, tanda bel meng-instruksikan untuk kami menerima apel. Dan ya, pengumumannya adalah Kami libur satu minggu untuk menunggu siswa/siswi kelas X STUDY TOUR.
Mendengar instruksi yang diberikan kepada kami. Aku dan Selvi pun tersenyum kecut, tak mau menerima jika kami tidak belajar dan bertemu.
Esoknya, aku dan Selvi bermaksud bertemu di sebuah took buku. Aku sangat iri melihatmelihat Selvi yang selalu di pandang orang sebagai wanita muslimah. “ Apa aku tidak?” pikirku dalam hati. Dan aku hanya terdiam membisu.
“ Ra, kok kamu bengong gitu sih?” sapa Selvi kepadaku. “ Ah,biasa banyak pikiran. Hahahaha .” Jawab ku sambil bercanda. “ Em cerita aja lagi kok kamu pendem dalam hati, ntar sakit loh” bisiknya padaku. Hanya aku membalas dengan senyuman.
Tiga hari setelah libur sekolah. Selvi mengajakku menginap dirumahnya selama dua hari. Aku pun tak menolaknya. Sesampai di rumah Selvi, aku berdecak kagum. Saat aku bertemu dengan ayah dan bundanya, yang sangat baik dan perhatian kepadaku. Pantas saja anknya sangat alim, baik dan muslimah. Tidak seperti Papa dan Mama ku yang selalu mementingkan pekerjaan ketimbang aku.
“Sayang, cepat kesini kita sholat magrib berjamaah” panggil bunda Selvi. “ Jangan lupa ajak Lara” tambah ayah Selvi. Tak lama aku dan Selvi menemui ayah dan bunda Selvi. Lalu kami pun shalat berjamaah. Setelah shalat, ayah Selvi memberikan ceramah kepadaku ,bunda Selvi, serta Selvi mengenai Jilbab.
Pagi harinya, aku mengajak Selvi bercerita mengenai BERJILBAB yang dibahas oleh ayahnya tadi malam. “ Sel, sebenarnya enak nggak sih pake jilbab?”. Awalnya Selvi senyum-senyum, lalu ia menjawab “ Ra, kita umat muslim musti menunjukkan identitas kita. Kita pakai jilbab nggak salah kok. Apalagi ini menyangkut masalh menutup aurat. Dan kita harus mencoba itu.”
“ Tapi Sel… aku belum siap “ tambahku. “ Lara, siap nggak siap itu urusan belakangan. Intinya dari sini ( sambil menunjuk dadaku). Niat Ra… itu aja kok” ujarnya.
“ Sel, ingin sekali rasanya aku berjilabab. Ingin aku di pandang sebagai wanita muslimah. Dan inin sekali aku berubah menjadi anak yang soleha sepeti mu” lirihku sambil menangis.Selvi hanya tersenyum dan berkata “ coba aja jika kamu ingin Ra. Nggak susah kan?.” Aku hanya mengangguk.
Sepulang dari rumah Selvi. Aku bercerita ke Mama tentng apa yang ku inginkan. Dan mama pun menyerahkan segala keputusan kepadaku.Hari terakhir libur, aku meminta Selvi menemaniku ke Mall untuk membeli keperluanku untuk berjilbab.
Esok harinya, dimana mulai bersekolah lagi, aku pun telah merubah penampilanku dan memberikan image wanita muslimah. Akhirnya keinginanku terwujudkan. Dimana aku telah memakai jilbab, dan dipandang orang sebagai muslimah serta aku telah menjalankan salah satu perintah Allah SWT.

Anggun Zarela


Diposting oleh Tulisan-tulisanku di 03.51
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
@ 2011 PELAJAR BERKARYA; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog