PELAJAR BERKARYA

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2011 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ▼  September (2)
      • PUISI
      • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    • ►  Agustus (9)

About Me

Foto Saya
Tulisan-tulisanku
Lihat profil lengkapku

Labels

  • CERPENKU (3)
  • k (1)

Blog Archive

  • ▼  2011 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ▼  September (2)
      • PUISI
      • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    • ►  Agustus (9)

List Widget

Tag Cloud

  • CERPENKU (3)
  • k (1)

Cari Blog Ini

" "

Dalam diam ada kerenungan, dalam kasih ada cinta.
Dalam hidup ada keluh, dalam duka ada kesah.
Dalam hati ada rasa.
Dan dalam pikiran ada kejernihan.

Terima Kasih

Terima Kasih
Powered By Blogger

Entri Populer

  • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya Oleh Anggun Zarela Titik-titik embun pagi masih bertebaran diangkasa. Rasa dingin suhu pagi itupu...

Followers

Jika kamu terus memfokuskan dirimu pada apa yang tertinggal di masa lalu, kamu tak akan pernah bisa apa yang ada di depanmu...

Senin, 26 September 2011

PUISI

CINTA YANG TAK KAN PERNAH SIRNA
Duta Wulandari

Ketika langit mulai memerah
Ketika surya mulai beranjak dari singgasana
Hingga para unggas kembali berkumpul dalam kehangatan keluarga
Hingga para semut kembali ke istana
Hingga rembulan tenggelam karena mendung yang menghalang


Aku masih disini memandang awan gelap yang mulai remang-remang
Tiada bergeming hanya suara gemericik air yang jatuh membasahi segala yang ditemuinya
Tiada kutemui pelita hati yang mampu menerangi jalan hidup ini
Tak  jua kutemui kehangatan yang menjadi perisai diri dari angin malam
Aku menggigil tersiksa
Hingga akhirnya kau datang dengan pelukan kehangatan
Kau pun datang dengan  senyuman yang membuat wajah yang pucat kembali berseri
Dan belaian yang tak dapat aku rasakan dari makhluk Tuhan yang lain

Namun seketika hal itu sirna
Terbesit dalam benakku
Malam ini kan kucoba tuk mencari jalanku sendiri
Selangkah demi selangkah untuk bisa merelakan
Nyawamu tak bersama ragamu lagi

Tak dapat kurasakan lagi pelukan kehangatan dari seorang ibu
Tak dapat kulihat lagi senyuman penyemangat hidupku
Tak dapat kunikmati lagi belaian lembut kasih sayangmu
Tak ada lagi sosok yang mampu menuntunku menyusuri setapak demi setapak jalan  yang terjal
Tak ada lagi sosok yang mampu mengobati kegalauan hatiku

Meski diriku kan hilang termakan zaman
Meski raguku kan terkubur bersama angan
Namun indah kasihmu yang membuat hatiku tenang melewati hari akan selalu menemaniku
Karena ku tahu tiada cinta sejati
Seperti sejatinya cintamu





Diposting oleh Tulisan-tulisanku di 19.44
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
@ 2011 PELAJAR BERKARYA; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog