Senin, 26 September 2011
PUISI
CINTA YANG TAK KAN PERNAH SIRNA
Duta Wulandari
Ketika langit mulai memerah
Ketika surya mulai beranjak dari singgasana
Hingga para unggas kembali berkumpul dalam kehangatan keluarga
Hingga para semut kembali ke istana
Hingga rembulan tenggelam karena mendung yang menghalang
Aku masih disini memandang awan gelap yang mulai remang-remang
Tiada bergeming hanya suara gemericik air yang jatuh membasahi segala yang ditemuinya
Tiada kutemui pelita hati yang mampu menerangi jalan hidup ini
Tak jua kutemui kehangatan yang menjadi perisai diri dari angin malam
Aku menggigil tersiksa
Hingga akhirnya kau datang dengan pelukan kehangatan
Kau pun datang dengan senyuman yang membuat wajah yang pucat kembali berseri
Dan belaian yang tak dapat aku rasakan dari makhluk Tuhan yang lain
Namun seketika hal itu sirna
Terbesit dalam benakku
Malam ini kan kucoba tuk mencari jalanku sendiri
Selangkah demi selangkah untuk bisa merelakan
Nyawamu tak bersama ragamu lagi
Tak dapat kurasakan lagi pelukan kehangatan dari seorang ibu
Tak dapat kulihat lagi senyuman penyemangat hidupku
Tak dapat kunikmati lagi belaian lembut kasih sayangmu
Tak ada lagi sosok yang mampu menuntunku menyusuri setapak demi setapak jalan yang terjal
Tak ada lagi sosok yang mampu mengobati kegalauan hatiku
Meski diriku kan hilang termakan zaman
Meski raguku kan terkubur bersama angan
Namun indah kasihmu yang membuat hatiku tenang melewati hari akan selalu menemaniku
Karena ku tahu tiada cinta sejati
Seperti sejatinya cintamu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar