PELAJAR BERKARYA

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2011 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ▼  September (2)
      • PUISI
      • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    • ►  Agustus (9)

About Me

Foto Saya
Tulisan-tulisanku
Lihat profil lengkapku

Labels

  • CERPENKU (3)
  • k (1)

Blog Archive

  • ▼  2011 (14)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ▼  September (2)
      • PUISI
      • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    • ►  Agustus (9)

List Widget

Tag Cloud

  • CERPENKU (3)
  • k (1)

Cari Blog Ini

" "

Dalam diam ada kerenungan, dalam kasih ada cinta.
Dalam hidup ada keluh, dalam duka ada kesah.
Dalam hati ada rasa.
Dan dalam pikiran ada kejernihan.

Terima Kasih

Terima Kasih
Powered By Blogger

Entri Populer

  • (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
    (Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya Oleh Anggun Zarela Titik-titik embun pagi masih bertebaran diangkasa. Rasa dingin suhu pagi itupu...

Followers

Jika kamu terus memfokuskan dirimu pada apa yang tertinggal di masa lalu, kamu tak akan pernah bisa apa yang ada di depanmu...

Senin, 26 September 2011

PUISI

CINTA YANG TAK KAN PERNAH SIRNA
Duta Wulandari

Ketika langit mulai memerah
Ketika surya mulai beranjak dari singgasana
Hingga para unggas kembali berkumpul dalam kehangatan keluarga
Hingga para semut kembali ke istana
Hingga rembulan tenggelam karena mendung yang menghalang

Baca selengkapnya »

Diposting oleh Tulisan-tulisanku di 19.44 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Kamis, 22 September 2011

(Mustafa) Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya

(Mustafa)
Batu Nisan Hitam Hadiah Untuknya
Oleh Anggun Zarela
Titik-titik embun pagi masih bertebaran diangkasa. Rasa dingin suhu pagi itupun tak terpungkiri. Setidaknya berjaga-jaga dengan dinginnya suhu pagi. Tak jelas memang, apalagi mengendarai motor, rasa dingin bagaikan menusuk bagian terdalam rogga tulang. Lampu-lampu kendaraan di paksa untuk hidup, karena embun pagi itu cukup banyak dan menutupi hampir permukaan jalan.
Mustafa hanya memandang sekeliling jalan, ia ragu karena hari ini merupakan hari kerja pertamanya. Ia adalah seorang lulusan universitas keguruan dalam bidang Sosiologi. Ia akan menjadi seorang guru di sebuah SMA ternama di daerah itu. Ia pendiam tetapi sangat ceria, ia sangat gemar melihat orang tersenyum. Karena ia juga hobi tersenyum.
Sampailah ia di sekolah itu, dengan senyum yang memancar dari wajahnya. Mustafa,S.Pd saat ia memperkenalkan dirinya dalam kelas. Senyumnya tetap terpancar walaupun banyak pertanyaan dari siswanya yang tak berkenan di hatinya. Jawaban-jawaban simple yang diberikan pada siswanya.
Baca selengkapnya »

Diposting oleh Tulisan-tulisanku di 06.38 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
@ 2011 PELAJAR BERKARYA; Many thanks to: Blogger Templates / blog Design Company / SEO / free template Blog